google-site-verification: google8ea80651cee2583d.html Oldesain

Klik Disini

Labels

Friday, August 19, 2016

LOGO KABUPATEN ACEH SELATAN

Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom, calon wilayah Kabupaten Aceh Selatan adalah bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Pembentukan Kabupaten Aceh Selatan ditandai dengan disahkannya Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 pada 4 November 1956.

Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 10 April 2002 resmi dimekarkan sesuai dengan UU RI Nomor 4 tahun 2002 menjadi tiga Kabupaten, yaitu: Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Selatan.

Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Labuhan Haji, diikuti oleh Kecamatan Kluet Utara. Sementara jumlah penduduk tersedikit adalah Kecamatan Sawang. Sebagian penduduk terpusat di sepanjang jalan raya pesisir dan pinggiran sungai.

Read More

Tuesday, August 9, 2016

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MESIN CTP (COMPUTER TO PLATE)

1. PENGERTIAN
Teknologi CTP (Computer-To-Plate), yaitu proses pencetakan/print dengan cara digital pada lembaran plat untuk keperluan pada mesin cetak offset. Proses ini dikerjakan pada tahapan “prepress“atau proses persiapan cetak.

CTP atau disebut juga “direct-to-plate” berarti proses pembuatan pelat cetak untuk keperluan mesin offset secara langsung dari (file) komputer.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan Mesin CTP (Computer To Plate) :

2. KELEBIHAN MESIN CTP (Computer To Plate)
CTP meningkatkan waktu pembuatan pelat lebih cepat, konsistensi kualitas image dan gambar cetakan. Cara ini membutuhkan waktu lebih singkat dari cara percetakan offset litografi yang analog sebab menggabungkan dua proses menjadi satu. Tenaga manusia jelas berkurang karena tidak perlu lagi membuat film foto reproduksi. Paling tidak waktu bisa dihemat 20-30% dengan CTP.
Image yang dihasilkan juga lebih jelas, tajam dan akurat dibanding dengan cetak analog yang
tradisional sebab dot yang muncul lebih bersih dan turunan image pertama - langsung ke pelat cetak, efek dot-gain juga berkurang. Penghematan lainnya dari aspek material yaitu lebih sedikit suplai, karyawan dapat dikurangi dan tidak menggunakan kamera reproduksi lagi, sehingga ruang yang dibutuhkan lebih sedikit. Penghematan ini bisa dijadikan insentif bagi harga cetak dan menjadi faktor kompetisi untuk menarik pelanggan baru.

Adapun Keuntungan Mesin CTP lainnya :

a. Daya tahan cetak dengan tinta konvensional sampai 500.000 exp, tinta UV sampai 150.000 exp.
b. Dihasilkannya “First Generation Dot” -yakni dari data digital langsung ke pelat tidak melewati suatu media lain/film.
c. Dot yang lebih tajam dibandingkan dengan pelat konvensional.
d. Tidak ada kesalahan copy pada pelat akibat debu, potongan film yang tertinggal, dan lain-lain.
e. Lebih fleksible untuk pekerjaan mendadak
f. Cetak raster lebih stabil. Mampu menghasilkan titik raster dari 1 % hingga 99% sehingga jangkauan warna menjadi lebih lebar, sehingga detil
pada area highlight maupun shadow menjadi lebih baik.
g. Ramah lingkungan hidup karena tidak ada film

3. KEKURANGAN MESIN CTP (Computer To Plate)
Umumnya orang terbiasa dengan gambar cetak dengan dot-gain yang besar dan tampak lebih gelap. Tidak jarang pelanggan akan merasa aneh dengan hasil bagus "yang tidak biasa" ini. Perlu bagi percetakan untuk memberikan pengertian mengenai barang bagus yang baru ini ke pelanggan, supaya
terbiasa. CTP juga merubah pola tanggung jawab kualitas cetak yang semula penuh pada percetakan, beralih ke "digital file creator" - orang
yang membuat file image. Adapun kekurangan Mesin CTP lainnya ialah biaya Mesin dan perawatan mesin yang membutuhkan biaya cukup Mahal.


Read More

LOGO ASIAN GAMES 2018 VERSION ORNAMENT INDONESIA

Read More

Monday, August 1, 2016

OFFICIAL LOGO ASIAN GAMES 2018

LOGO RESMI ASIAN GAMES 2018 YANG BARU
Read More

LOGO ASIAN GAMES 2018 BLUE VERSION

Read More

Wednesday, August 12, 2015

FOTO REPRODUKSI GRAFIKA


Fotoreproduksi sebagai salah satu kegiatan dalam proses penyiapan barang cetakan memiliki peran cukup tinggi untuk menghasilkan suatu hasil cetakan. Dalam pekerjaan fotoreproduksi terdapat 3 kegiatan utama, yaitu pemotretan, montase dan pembuatan acuan cetak.
Dalam dunia grafika, film adalah suatu lembar transparan (plastik atau kertas kalkir). Film terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

Film Continouse tone (film nada penuh) dengan ciri-ciri film ini dapat mengadakan nada antara abu" sampai hitam. Fungsinya untuk pemotretan nada penuh. Misalkan : Negatif separasi type I (Pemotretan pemisahan warna).
Film Lith (Film Garis). Ciri-cirinya film ini dapat mengadakan nada hitam dan bening. Fungsinya untuk pemotretan garis dan raster.

Menurut kepekaan cahaya, film terbagi menjadi 3 golongan yaitu:

Blue sensitive film yaitu dilm yang peka terhadap cahaya biru. Dalam prosesnya dipergunakan lampu pengaman merah.
Orthochromatic yaitu film yang peka terhadap cahaya biru hijau dan sedikit kuning, yang dalam prosesnya dapat dikerjakan dengan dengan lampu pengaman merah.
Panchromatic yaitu film yang peka terhadap semua warna cahaya, sehingga dalam prosesnya harus dilakukan dalam keadaan yang gelap total.

Penampang film terbagi atas 5 bagian antara lain:

Lapisan pelindung-->untuk melindungi emulsi film dibawahnya dan kerusakan mekanis seperti goresan ataupun "cincin Newton()"
Emulsi film-->merupakan lapisan peka cahaya yang terdiri dari butir" perak haloginida.
Lapisan Substract/pengikat-->untuk merekat erat lapisan emulsi dan punggung filim pada dasar film.
Alas film-->terdiri dari 2 bagian yaitu tri acetat dan polyester.
Lapisan anti halo-->Lapisan ini diletakkan pada punggung film, lapisan diwarnai dengan bahan warna tertentu yang sifatnya spektrum

fungsi anti halo:Untuk mengimbangi teganganfilm dibagian emulsi agar pada saat setelah diproses film akan tetap datar permukaannya.

Fotoreproduksi-->menangani dari model hingga menjadi plate cetak.
Raster merupakan alat bantu fotoreproduksi untuk mewujudkan gambar nada penuh menjadi nada lengkap. Raster membentuk lembaran bening yang dinyatakan dengan titik" dimana bidang" putih berupa titik" kecil dan pada bidang hitam dinyatakan dengan titik" besar.
ada 2 macam raster:

1. Raster nada keras
terdiri dari
a.Raster nada rata (screen tint)
Raster yang mempunyai bentuk merata

mempunyai besar titik : 5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 95%.
Mempunyai kehalusan yang dinyatakan dalam bentuk garis/inch. contoh : 65, 85, 100, 133, 150, 175, dan 200.
Mempunyai sudut raster : 450, 750, 900, 1050.
Raster nada rata titiknya bersifat titik keras, sehingga dapat
dikontak dan diduplikat.fungsi: untuk dasar cetakan atau background, teks gambar maupun gradasi. Untuk membuat kombinasi antara garis dan raster dan untuk membuat separasi tangan ( hand separation).

b.Raster efek khusus (spesial efek screen)
sifat:memilikipola/nada yang khusus yaitu serat kayu, serat kain, garis bergelombang dantidak mempunyai kehalusan.
fungsi:cover majalah, dasar cetakandan membuat gambar/ teks
c.Raster gradasi (Gradations Screen)-->raster yang memiliki kehitaman secara terus menerus.
sifat: memiliki kehalusan dan titik bersifat titik keras. Mempunyai suatu tingkatan kehitaman secara terus menerus mulai dari 0, 5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 95%, dan 100%.

2.Raster Nada lengkap
Raster Kaca raster kaca berupa kaca optik terdiri dari dua buah kaca yang mempunyai garis brsilang yang kemudian disatukan dengan menggunkan lem (perekat) yang disebut balsam kanada. Raster ini
dipergunakan untuk pemotretan yang ditempatkan pada kamera reproduksi.
Ciri-ciri raster kaca
Raster kaca memiliki ketebalan
Mudah tergores/mudah rusak
Penggunaannya khusus pada kamera dan tidak dapat dikontak.
Raster kaca titik-titiknya tidak terlalu tampak.

2) Raster Singgung(contact)
raster singgung merupakan lembaran film yang mempunyai titik dengan kehitaman yang tinggi.
Ciri-ciri
Warna abu-abu digunakan untuk pemotretan hitam putih dan
pemisahan warna secara tidak langsung.
Magenta digunakan untuk pemotretan hitam putih dan pemisahan warna secara tidak langsung.
Jenis negatif digunakan untuk melakukan pemotretan negative dada langkap.
Jenis positif digunakan untuk melakukan pemotretan positif nada lengkap.Bentuk titik ;

Papan catur
Eliptikal
LingkaranSudut :
o 450 warna black
o 750 warna magenta
o 900 warna yellow
o 1050 warna cyan
Jenis raster singgung

Negatif; untuk film negative nada lengkap.
Positif; untuk pembuatan film positif nada lengkap.
Abu-abu; untuk pekerjaan warna dan hitam putih
Magenta; dipergunakan hanya untuk pekerjaan hitam putih saja.Ciri-ciri raster:
Warna: abu-abu atau magenta
Sudut Raster: hitam 45 derajat, magenta 75 derajat, yellow 0 derajat, Cyan 15 derajat
Bentuk titik raster:papan catur, eliptical, round
jenis:raster positif dan negatif.

Pemotretan dikenal juga dengan istilah fotografi, yaitu berasal dari kata foto yang berarti cahaya dan grafi yang berarti menulis atau menggambar. Maka berdasar pengertian tersebut, fotografi diartikan sebagai tulisan atau gambaran yang dikerjakan dengan cahaya. Untuk mendapatkan hasil dari fotografi, maka dilakukan langkah sebagai berikut :

1) pembentukan banyangan tajam

2) perekaman bayangan menggunakan cahaya/penyinaran

3) pemrosesan bayangan yang direkam menjadi nyata

Pada proses fotografi, maka prinsip pengerjaannya tidak terlepas dari masalah tentang cahaya dan bahan peka cahaya. Karena cahaya merupakan suatu bentuk tenaga elektromagnetik dari sumbernya, maka bahaya merupakan tenaga yang dapat membentuk gambar bayangan (latent image). Cahaya berperan penting dalam pembentukan gambar bayangan terhadap lapisan bahan peka cahaya yang berupa elmusi. Bahan peka cahaya tersebut merupakan lapisan selatin yang mengandung persenyawaan perak halida yang akan terurai persenyawaan peraknya apabila terkena sinar/cahaya. Banyak sedikitnya peruraian tergantung dari intensitas cahaya yang menyinarinya. Akibat peruraian akan timbul bentuk bayangan yang belum terlihat disebut dengan latent image. Melalui proses lainnya maka bayangan itu menjadi nyata dan terlihat dengan jelas. Untuk membentuk bayangan suatu gambar atau image dipergunakan bahan peka cahaya yang disebut dengan film sensitif. Dalam fotoreproduksi film dipergunakan untuk memperoleh gamabr negative atau positif yang

dipergunakan untuk keperluan pembuatan pelat dan klise. Film untuk keperluan grafika terdiri dari:

1) Film lith yaitu film yang dipergunakan untuk pemotretan berbentuk

teks, gambar garis, gambar beraster dan pemotretan raster.

2) Film nada penuh yaitu film yang dipergunakan untuk pemotretan

nada penuh baik hitam putih maupun berwarna.

Menurut kepekaan cahaya, film terbagi menjadi 3 golongan yaitu:

1) Blue sensitive film yaitu dilm yang peka terhadap cahaya biru. Dalam

prosesnya dipergunakan lampu pengaman merah.

2) Orthochromatic yaitu film yang peka terhadap cahaya biru hijau dan

sedikit kuning, yang dalam prosesnya dapat dikerjakan dengan

dengan lampu pengaman merah.

3) Panchromatic
yaitu film yang peka terhadap semua warna cahaya,

sehingga dalam prosesnya harus dilakukan dalam keadaan yang

gelap total.

Reproduksi hitam putih adalah reproduksi gambar secara hitam putih saja dan ilustrasi yang tidak beraster (line work) atau raster (photo print). Gambar berwarna yang berwarna tapi tidak beraster dapat dimasukan dalam reproduksi hitam putih dikarenakan cara pemisahan warnaya tidaklah serumit dengan reproduksi pemisahan warna yang beraster. Pemakaian raster dalam pekerjaan reproduksi hitam putih maupun warna harus dibedakan dan ditinjau beberapa faktor, yaitu:

1) jenis cetakan (letterpress atau offset)

2) jenis kertas yang akan dipakai ( kasar atau halus)

3) jenis mesin yang akan dipakai ( sheet atau web)

Pada reproduksi hitam putih, sudut raster yang dipergunakan adalah 45 derajat yang berwarna abu-abu/grey, sedangkan bentuk titiknya dapat disesuaikan apakah persegi, bulat atau elips. Dalam melakukan reproduksi dipergunakan kamera horisontal atau kamera vertikal untuk merekam suatu model yang berupa benda datar, baik untuk diperbesar atau diperkecil dengan hasil sesuai aslinya.

PEMOTRETAN

Pemotretan adalah proses merekam suatu model yang berupa gambar untuk dipindahkan pada bahan film menggunakan peralatan yang disebut kamera fotoreproduksi. Untuk melakukan pemotretan menggunakan kamera, maka kamera tersebut harus disetel terlebih dahulu. Dalam melakukan penyetelan kamera, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) ukuran

2) ketajaman bayangan

3) penempatan kedudukan bayangan

Menyetel ukuran dan ketajaman pada hakekatnya ialah menempatkan pada jarak yang tepat dari model terhadap obyektif ( jarak-benda) dan dari bayangan terhadap obyektif (jarak-bayangan). Jarak benda dan jarak bayangan itu tergantung dari perbandingan

reproduksi dan dari jarak titikapi obyektif. Sedangkan dalam menempatkan obyek berupa model, hendaknya ditempatkan pada posisi yang benar-benar tepat, yaitu pada posisi tengah bidang model. Pada waktu pemotretan letak titik api/focus harus tepat, sehingga pengaturan bayangan yang diterima oleh film benar-benar tajam. Kemudian

pemberian waktu penyinaran juga harus tepat sebelum dilakukan penyinaran yang sebenarnya. Maka sebelumnya perlu dilakukan percobaan penyinaran untuk mendapatkan waktu yang tepat. Waktu yang tepat sangat diperlukan agar hasil yang diharapkan memenuhi standard film yang baik dan memperoleh patokan kerja yang lebih konkrit. Untuk pekerjaan yang sifatnya memperkecil atau memperbesar tentunya waktu penyinaran tidaklah sama. Waktu penyinaran tergantung dari beberapa faktor sebagai berikut:

1) Sifat modelnya; makin kurang kecerahannya pada bagian terang,

makin lama harus diberikan penyinaran.

2) Sifat dan posisi lampu; makin jauh letak lampu dari modelnya dan

maik kesamping letaknya, makin lama pula harus diberi penyinaran.

3) Kepekaan bahan film yang dipakai.

4) Diafragma yang dipakai; pergantian nomor diafragma ke nomor

yang lebih tinggi urutannya akan memerlukan waktu penyinaran dua

kali lamanya.

5) Perbandingan reproduksi; penyinaran pada pembesaran memerlukan

waktu penyinaran yang lama disbanding pada pengecilan.

6) Penggunaan filter akan memberikan waktu yang lama untuk

penyinarannya.
Read More

Monday, May 19, 2014

Tutorial Teks Efek Transparan Dengan Photoshop

TEKS EFEK TRANSPARAN
Pada tutorial Photoshop kali ini, kita akan menggunakan beberapa layer style untuk membuat kreasi tulisan yang kelihatan transparan dan menakjubkan. Untuk lebih memudahkan kamu mengikuti tutorial ini, silakan download file PSD dan Photoshop style dari link yang terletak di bagian paling bawah tutorial ini.

Preview Hasil Akhir Gambar

tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 1

Untuk memulai tutorial ini, kita pertama akan memilih background yang tepat untuk teks, sesuatu yang jika berada di balik kaca akan kelihatan bagus. Disini saya menemukan foto rumput di Flickr oleh 100kr. Sekarang kita butuh sebuah teks, saya ketik Grafisia yang merupakan saudaranyaGrafisia namun berbahasa inggris, dan tutorial ini juga saya publish disana. Perhatikan, disini kita akan membuat Photoshop Style, jadi kamu bisa menggunakan font apa aja sesuka kamu. Jika kamu ingin font yang sama dengan yang tak pakai, silakan download font Porky’s keren disini.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 2

Sekarang kita mulai menggunakan Layer Style. Klik dua kali layer teks untuk menampilkan jendela Layer Style. Pada halaman pertama dari jendela layer style, ubah nilai Fill Opacity menjadi 0%, dan kamu lihat sekarang teknya menghilang, emang sengaja demikian jadi nggak perlu bingung.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 3

Selanjutnya klik pada kata Drop Shadow ubah pengaturannya seperti berikut. Jangan klik OK terlebih dahulu.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 4

Sekarang tambahkan style Inner Shadow pada teks. Belum saatnya ngeklik OK, sabar dulu.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 5

Masih pada dialog box layer effect, sekarang klik style Inner Glow, gunakan setting seperti berikut, but don’t click OK yet.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 6

Layer style yang kita gunakan berikutnya adalah Bevel and Emboss. Screenshot di bawah akan memberikan informasi bagaimana setting yang saya gunakan.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Langkah 7

Sebagai langkah terakhir kita akan memberikan Satin pada layer teks. Atur satin seperti gambar berikut dan kamu bisa menekan OK setelah selesai.
Untuk jalan pintas yang lebih mudah, kamu bisa melihat semua setting dengan mendownload file PSD yang saya sertakan di bagian akhir tutorial. Kamu bisa klik kanan layer teks dan pilih Copy Layer Styles jika kamu ingin menggunakannya pada file kamu sendiri.
tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable

Final Image

tutorial Photoshop membuat teks tipografi tulisan dengan efek style kaca transparan realistis editable resizable
Semoga tutorial ini bermanfaat,
Read More